Tugas Kelompok 3
PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Dosen Pembimbing
ROBERT EDY
SUDARWAN M.Pd
DISUSUN
O
L
E
H
Susiana 11311050164
Nurkhasanah
Ekayuni 1311050189
Eka Syifa Cahyati
1211050191
Kelas / Semester
: D / V
PENDIDIKAN
MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH
DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN LAMPUNG
1437 H/ 2015 M
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan kami nikmat jasmani
maupun rohani sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Perencanaan
Pembelajaran Matematika ini yang berjudul “Perencanaan Pembelajaran ” selesai
seperti waktu yang telah direncanakan.
Adapun
makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Perencanaan Pembelajaran Matematika
pada semester V ini. Makalah ini berisi tentang materi Perencanaan Pembelajaran
yang akan dibahas pada setiap subbab.
Tersusunnya
makalah ini tentu tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah
memberikan bantuan secara materil dan spiritual, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada bapak
Robert Edy Sudarwan M.pd dan Ibu Isna Maulina selaku dosen pembimbing mata
kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika dan teman-teman yang telah membantu
dan memberikan dorongan semangat agar makalah ini dapat diselesaikan.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kelemahan serta
kekurangan-kekurangan baik dari segi teknis maupun non-teknis. Untuk itu kami
memberikan kesempatan kepada semua pihak agar dapat memberikan saran dan kritik
yang membangun demi penyempurnaan penulisan-penulisan mendatang. Dan apabila di
dalam makalah ini terdapat hal-hal yang dianggap tidak berkenan dihati pembaca
mohon dimaafkan.
Bandar Lampung, 20
Oktober 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan
yang dilakukan dalam sistem lembaga pendidikan,memiliki peranan yang sangat
penting guna kemajuan ilmu pendidikan. Pembelajaran erat kaitannya dengan para
pendidik, anak didik, dan lembaga tempat mendidik, yakni sekolah, institut,
bahkan universitas.
Pembelajaran
dalam dunia pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat diapresiasi guna kemajuan
dunia pendidikan di Indonesia, meskipun saat ini dunia pendidikan indonesia
masih butuh banyak perhatian di berbagai aspek, pemerataan pendidikan di
berbagai daerah yang tentunya merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua , baik
itu pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua dan lingkungan sekitar.
Terlepas
dari berbagai persoalan yang membelit dunia pendidikan di Indonesia, berbagai
usaha telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, yakni dengan penerapan
kurikulum, dan berbagai perencanaan pembelajaran yang akan mengacu pada
kurikulum yang digunakan di Indonesia.
Dalam
hal ini kita akan membahas apakah yang dimaksud dengan perencanaan
pembelajaran, pentingnya perencanaan tersebut dan apa manfaat yang dapat ita
peroleh serta apakah perencanaan pembelajaran ini dapat sedikit menjadi obat
dan solusi dalam pendidikan di Indonesia, kita akan membahasnya dalam makalah
ini.
B. Rumusan
Masalah
1. Apakah
Pengertrian Perencanaan Pembelajaran?
2. Manfaat
dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran?
3. Apasajakah
kriteria penyusunan Perncanaan Pembelajaran ?
C. Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui Pengertrian Perencanaan Pembelajaran
2. Mengetahui
Manfaat dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran
3. Mengetahui
Apasajakah kriteria penyusunan Perncanaan Pembelajaran
4.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Perencanan Pembelajaran
1. Pengertian Perencanaan
Perencanaan
menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah proses, cara, perbuatan,sesuatu yang akan dikerjakan,
secara menyeluruh meliputi kegiatan usaha yang akan dilaksanakan dalam kurun
waktu tertentu.[1]
Rencana adalah suatu arah tindakan
yang sudah ditentukan terlebih dahulu. Dari perencanaan ini akan mengungkapkan
tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan yang
diperlukan guna mencapai tujuan.
Allah SWT Menciptakan alam semesta
dengan hal dan perencanaan yang matang disertai dengan tujuan yang jelas yakni
terdapat dalam QS Sad:27[2]
Artinya : “Dan kami tidak
menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduannya tanpa hikmah.
Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang
kafir itu karena mereka akan masuk neraka.”
Perencanaan (takhthith) merupakan starting point dari aktivitas manajerial.
Karena bagaimana sempurnanya suatu aktivitas tetap membutuhkan sebuah
perencanaan. Karena perencanaan merupakan langkah awal bagi sebuah kegiatan
dalam bentuk memikirkan hal-hal yang terkait agar memperoleh hasil yang
optimal. Alasannya, bahwa tanpa adanya rencana, maka tidak ada dasar untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka usaha mencapai tujuan.
Jadi, perencanaan memiliki peran yang sangat signifikan, karena ia merupakan
dasar titik tolak dari kegiatan pelaksanaan selanjutnya.
Segala sesuatu itu membutuhkan rencana, sebagaimana dalam hadis Nabi
Muhammad SAW:
“Jika Engkau ingin mengerjakan suatu pekerjaan, maka
pikirkanlah akibatnya, maka jika perbuatan tersebut baik, ambillah dan jika
perbuatan itu jelek, maka tinggalkanlah.” (HR. Ibnu Mubarak)
Dalam hal ini merencanakan merupakan hal yang wajib dilakukan, apalagi
dalam proses pembelajaran yang secara langsung dapat dilakukan dan berpusat
kepada anak didik, program perencanaan pembelajaran sangat penting dilakukan
guna memperoleh tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan
perencanaan pembelajaran matematika, matematika bukan merupakan pelajaran yang
banyak disenangi oleh para peserta didik, sangat sedikit yang menggemari
pelajaran matematika, inilah arti penting sebuah perencanaan pmbelajaran yang
memuat seluruh aspek kognitif, afektif, psikomotor yang dapat mengembangkan
pembelajaran matematika secara keseluruhan.
Perencanaan juga merupakan sebuah proses untuk mengkaji apa yang hendak
dikerjakan dimasa yang akan datang. Komponen perencanaan adalah: ide, penentuan
aksi, dan waktu. Waktu di sini, bisa dalam jangka pendek (short planning) dan
jangka panjang (long planning). Perlu ditegaskan, bahwa perencanaan berbeda
dengan perkiraan (forecasting/predistion/projection). Karena sebuah prediksi
itu hanya merupakan sebuah ramalan di masa yang akan datang yang sifatnya tidak
proaktif.
Secara general tugas dari perencanaan yang paling utama dalah menentukan
sasaran. Pengelompokan sasaran dan penentuan skala prioritas dapat mewujudkan
tujuan yang ingin dicapai secara sistematis, yaitu dengan memerhatikan
atau memprioritaskan schedule program yang sudah tetap, sehingga apa yang
dinamakan sebuah efisiensi dapat terlaksanakan.[3]
Konsep tentang perencanaan hendaknya memerhatikan apa yang telah dikerjakan
pada masa lalu untuk merencanakan sesuatu pada masa yang akan datang.
Sebagaimana tersirat dalam Al-Qur’an surat al-Hasyr: 18[4]

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Konsep ini menjelaskan, bahwa perencanaan yang akan dilakukan harus
disesuiakan dengan keadaan situasi dan kondisi pada masa lampau, saat ini,
serta prediksi masa depan. Oleh karena itu, untuk melakukan segala prediksi
masa depan diperlukan kajian-kajian masa kini.
Dalam hal ini dalam proses pendidikan hal ini sangat penting dilakukan
karena apa yang kita rencanakan matang untuk saat ini akan mempengaruhi hasil
yang ada di masa yang akan datang, jika proses perencanaan matang maka
insyaalah hasil yang akan didapatkan akan lebih memuaskan.
2. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Setelah memahami makna dari
perencanaan, dalam ruang lingkup kajian pendidikan saat ini, perencanaan ini
erat dikaitkan dengan sebuah sistem pembelajaran yang telah diatur untuk dapat
di praktikkan dan di laksanakan sesuai dengan peraturan yang telah dibuat.
Pembelajaran atau pengajaran menurut
Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa.
Dalam pengertian ini secara implisit dalam pengajaran terdapat kegiatan
memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran
yang diinginkan. Pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode ini didasarkan
pada kondisi pengajaran yang ada. Kegiatan ini pada dasarnya merupakan inti
dari perencanaan pembelajaran.[5]
Sebagaimana yang tertuang dalam surat ar-Ra’d : 11[6]
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah (keadaan)
satu kaum sehingga mereka mengubah (keadaan) diri mereka sendiri.”
Tanpa rencana yang matang tentu sesuatu tidak akan
mudah tercapai, pembelajaran merupakan sesuatu yang yang sangat berpengaruh
besar terhadap proses pendidikan yang dilakukan.
Perencanaan pembelajaran adalah suatu
proyeksi mengenai kegiatan atau proses yang akan dilakukan selama
pembelajaran berlangsung. Dalam Peraturan Peraturan PP No. 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan , bahwa perencanaan pembelajaran
tersebut meliputi dua jenis yaitu : pertama Silabus Pembelajaran dan kedua
Rencana Pelaksaaan Pembelajaran” (BAB IV Pasal 20).[7]
Pembuatan silabus pembelajaran dan Rencana Pelaksana
Pembelajaran adalah sarana yang digunakan sebagai patokan penyampaian materi
pelajaran kepada peserta didik. Perencanaan pembelajaran adalah pedoman
operasional pelaksanaan pembelajaran, yang secara teknis dalam proses
pembuatannya selalu merujuk pada kurikulum yang berlaku. Oleh karena itu
perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah merupakan penjabaran lebih lanjut
dari kurikulum. Perencanaan pembelajaran yang telah dibuat kemudian
diimplentasikan dalam kegiatan belajar mengajar, dan hasil dari pembelajaran tersebut
adalah dalam bentuk perubahan perilaku pada siswa (out-put).
Dalam pengertian tertentu kurikulum juga diartikan
suatu program atau perencanaan pembelajaran. jawabannya tentu saja berbeda,
kalau kurikulum merupakan program yang bersifat lebih umum dan luas menyangkut
dengan seluruh aktivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang
bersangkutan, adapun perencanaan pembelajaran adalah program kegiatan yang
lebih khusus menyangkut dengan kegiatan belajar.
Agar program yang dilakukan lebih terarah, kita
sebagai calon guru harus mengetahui
kurikulum yang dirilis pemerintah. Informasi dari kurikulum itulah sebagai bahan
bagi kita untuk mulai belajar menyusun silabus dan rencana pembelajaran.kita
sebagai calon guru selayaknya dapat memahami tentang semua aktivitas teknik
menyangkut pembelajaran secara baik. Tidak hanya itu, penting juga informasi
tentang standar kompetensi yang seharusnya dimiliki guru sendiri.
Dengan perencanaan yang matang, maka dapat memantapkan aktivitas belajar
mengajar. Perencanaan akan mengurangi ketidakpastian dengan mendorong pada
calon guru untuk melihat ke depan, mengatisipasi perubahan kondisi peserta
didik dan tuntutan modernisasi sistem pendidikan.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka sudah pasti
dibutuhkan perencanaan pembelajaran yang baik. M. Sobry Sutikno dalam bukunya
Pengelolaan Pendidikan Tinjauan Umum dan Konsep Islami menegaskan bahwa perencanaan
merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan pengelolaan. Tanpa
perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan
kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.[8]
Dengan adanya perencanaan diharapkan dapat mengurangi kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang tumpang tindih da sia sia. Akhirnya, perencanaan itu
menentukan sasaran-sasaran yang digunakan untuk mengendalikan. Dalam
perencanaan pembelajaran , seorang pendidik
harus menyusun sasaran-sasaran pembelajaran yang akan disampaikan.
Pembelajaran matematika yang memuat berbagai materi yang telah diatur dalam
kurikulum, kita buat silabus dan rencana pelaksanan pembelajaran, agar dapat
memudahkan kita dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Menunjukkan arah
dan sasaran yang jelas mengenai proses yang telah dilaksanakan dalam proses
belajar mengajar, sehingga dapat memberikan materi yang mampu dikuasai oleh
peserta didik.
B.
Manfaat
dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran
1. Manfaat
perencanaan pembelajaran
Manfaat
perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu:
a)
Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b)
Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang
bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
c)
Sebagai pedoman
kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d)
Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan,
sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
e)
Untuk bahan
penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
f)
Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.
2. Fungsi Perencanaan
Terdapat juga
beberapa fungsi perencanaan, yaitu :
a)
Fungsi Kreatif
Pembelajaran dengan menggunakan
perencanaan yang matang akan dapat memberikan umpan balik yang dapat
menggambarkan berbagai kelemahan yang ada sehingga akan dapat
meningkatkan dan memperbaiki program.
b)
Fungsi Inovatif
Suatu inovasi pasti akan
muncul jika direncanakan karena adanya kelemahan dan kesenjangan antara harapan
dan kenyataan. Kesenjangan tersebut akan dapat dipahami jika kita memahami
proses yang dilaksanakan secara sistematis dan direncanakan dan diprogram
secara utuh.
c)
Fungsi Selektif
Melalui
proses perencanaan akan dapat diseleksi strategi mana yang dianggap lebih
efektif dan efisien untuk dikembangkan. Fungsi selektif ini juga berkaitan
dengan pemilihan materi pelajaran yang dianggap sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
d)
Fungsi Komunikatif
Suatu
perencanaan yang memadai harus dapat menjelaskan kepada setiap orang yang
terlibat, baik guru, siswa, kepala sekolah, bahkan pihak eksternal
seperti orang tua dan masyarakat. Dokumen perencanaan harus dapat
mengkomunikasikan kepada setiap orang baik mengenai tujuan dan hasil yang
hendak dicapai dan strategi yang dilakukan.
e) Fungsi Prediktif
Perencanaan
yang disusun secara benar dan akurat, dapat menggambarkan apa yang akan terjadi
setelah dilakukan suatu tindakan sesuai dengan program yang telah disusun.
Melalui fungsi prediktifnya, perencanaan dapat menggambarkan berbagai kesulitan
yang akan terjadi, dan menggambarkan hasil yang akan diperoleh.
f)
Fungsi Akurasi
Melalui
proses perencanaan yang matang, guru dapat mengukur setiap waktu yang diperlukan
untuk menyampaikan bahan pelajaran tertentu, dapat menghitung jam pelajaran
efektif.
g) Fungsi Pencapaian
Tujuan
Mengajar
bukanlah sekedar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk manusia yang utuh
yang tidak hanya berkembang dalam aspek intelektualnya saja, tetapi juga dalam
sikap dan ketrampilan. melalui perencanaan yang baik, maka proses dan hasil
belajar dapat dilakukan secara seimbang.
h)
Fungsi Control
Mengontrol keberhasilan siswa dalam
mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu proses
pembelajaran. Melalui perencanaan akan dapat ditentukan sejauh mana materi
pelajaran telah dapat diserap oleh siswa dan dipahami, sehingga akan dapat
memberikan balikan kepada guru dalam mengembangkan program pembelajaran
selanjutnya.
Selain yang di jabarkan di atas, Oemar Hamalik
(2001) mengemukakan bahwa pada garis besarnya perencanaan pembelajaran
berfungsi sebagai berikut[9]:
1)
Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan
pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran yang dilakssiswaan untuk
mencapai tujuan itu.
2)
Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan
pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
3)
Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran
yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan.
4)
Membantu guru dalam rangka mengenal
kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-- minat siswa, dan mendorong motivasi belajar.
5)
Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error
dalam mengajar dengan adanya organisasi yang baik dan metoda yang tepat.
6)
Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan
senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada siswa.
Berdasarkan seluruh uraian di atas, maka secara hakiki tujuan yang paling
mendasar dari sebuah perencanaan pembelajaran adalah sebagai pedoman atau
petunjuk bagi guru, serta mengarahkan dan membimbing kegiatan guru dan siswa
dalam proses pembelajaran.
C.
Kriteria
Penyusunan Perencanaan Pembelajaran
Untuk menghasilakan
perencanaan pembelajaran yang baik, tentunya harus memenuhi kreteria tertentu,
dan beberapa nilai yang dapat dijadikan sebagai kriteria penyusunan
perencanaan, diantaranya[10]:
1.
Signifikansi
Signifikansi artinya
kebermaknaan, ini berarti bahwa perencanaan pembelajaran hendaknya bermakna
agar proses pembelajaran berjalan secara eektif san efesien.
2.
Relevan
Relevan artinya kesesuaian . ini berarti bahwa perencanaan yang dibuat
mempunyai kesesuaian baik internal maupun eksternal.
3.
Kepastian
Nilai kepastian ini bermakna bahwa perencanaan pembelajaran yang dibuat
hendaknya tidak lagi mengundang sekian banyak alternatif yang dapat dipilih,
akan tetapi sudah selesai dan mengandung langkah-langkah pasti secara
sistematis.
4.
Adaptabilitas
Maksudnya bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun harus adaptif artinya
dapat diimplementasikan dalam berbagai keadaan dan berbagai kondisi.
5.
Kesederhanaan
Bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun mudah dipahami dan mudah
diimplementasi, sehingga berfungsi dengan baik sebagai pedoman untuk guru dalam
perencanaan pembelajara di kelas
6.
Prediktif
Bahwa perencanaan yang
baik harus memiliki kemampuan prediksi yang kuat, sehingga dapatmengantisipasi
berbagai kemungkinan yang akan terjadi sehinggga memudahkan guru untuk mengantisipasinya.
Sedangkan dalam
penyusunan perencanaan pembelajaran terdapat konsep-konsep yang dapat dilihat dari berbagai
sudut pandang. Konsep perencanaan pembelajaran dapat dilihat dari
berbagai sudut pandang, yaitu[11]:
1. Perencanaan
pembelajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong
penggunaan teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan
teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem pengajaran.
Misalkan dalam pembelajaran matematika, seorang guru dapat menggunakan atau
menyelipkan mengenai teknologi dalam pengembangan materi matematika kepada anak
didiknya
2. Perencanaan
pembelajaran sebagai suatu sistem adalah sebuah susunan dari sumber-sumber dan
prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran. Pengembangan sistem
pengajaran melalui proses yang sistematik selanjutnya diimplementasikan dengan
mengacu pada sistem perencanaan itu.
3. Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah
disiplin adalah cabang dari pengetahuan yang senantiasa memperhentikan hasil-hasil
penelitian dan teori tentang strategi pengajaran dan implementasinya terhadap
strategi tersebut.
4. Perencanaan
pembelajaran sebagai sains (science) adalah mengkreasi secara detail
spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan akan
situasi maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit-unit yang luas maupun yang
lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan kompleksitasnya.
5. Perencanaan
pembelajaran sebagai sebuah proses adalah mengembangkan pengajaran secara
sistematik yang digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan
pengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini
dilakukan analisis kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistematik
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Termasuk di dalamnya melakukan evaluasi
terhadap materi pelajaran dan aktifitas-aktifitas sistematik.
6. Perencanaan
pembelajaran sebagai sebuah realitas adalah ide pengajaran dikembangkan dengan
memberikan hubungan pengajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang
dikerjakan perencana dengan mengecek secara cermat bahwa semua kegiatan telah
sesuai dengan tuntutan sains dan dilaksanakan secara sistematik.
BAB
III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dalam hal ini merencanakan merupakan hal yang wajib dilakukan, apalagi
dalam proses pembelajaran yang secara langsung dapat dilakukan dan berpusat
kepada anak didik, program perencanaan pembelajaran sangat penting dilakukan
guna memperoleh tujuan yang diinginkan.
Dalam hal ini erat kaitannya dengan perencanaan pembelajaran matematika,
matematika bukan merupakan pelajaran yang banyak disenangi oleh para peserta
didik, sangat sedikit yang menggemari pelajaran matematika, inilah arti penting
sebuah perencanaan pmbelajaran yang memuat seluruh aspek kognitif, afektif,
psikomotor yang dapat mengembangkan pembelajaran matematika secara keseluruhan.
Pembuatan
silabus pembelajaran dan Rencana Pelaksana Pembelajaran adalah sarana yang
digunakan sebagai patokan penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik.
Perencanaan pembelajaran adalah pedoman operasional pelaksanaan pembelajaran,
yang secara teknis dalam proses pembuatannya selalu merujuk pada kurikulum yang
berlaku. Oleh karena itu perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah
merupakan penjabaran lebih lanjut dari kurikulum.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an
Hamalik, Oemar. 2011. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan
Pendekatan Sistem. Jakarta:Bumi Aksara
Kamus
Besar Bahasa Indonesia
Uno,
Hamzah.2011. Perencanaan Pembelajaran,
Jakarta:Bumi Aksara
Sumber
Internet
[2] Al-Qur’an Surat Sad Ayat 27
[4] Al-Qur’an Surat AL Hasyr Ayat 18
[6] Al-Qur’an Surat Ar-Rad Ayat 11
[7] http://www.google.com/perencanaan-pembelajaran
dalam uu 1945/
diakses senin 20 oktober 2015, pukul 13.00
[8]
Oemar hamalik. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem(Jakarta:Bumi
Aksara,2011)cet ke-11 hlm.26
[9] http://www.google.com/manfaat-perencanaan
pembelajaran/
diakses senin 20 oktober 2015, pukul 13.00
[10] https://www.google.com/search?q=kriteria+perencanaan+pembelajaran&ie=utf-8&oe=utf-8 diakses senin 20
oktober 2015, pukul 13.00
[11] https://www.google.com/search?q=konsep+perencanaan+pembelajaran&ie=utf-8&oe=utf-8 diakses senin 20
oktober 2015


3D World Expo: Cost of Titanium Art & Concepts
BalasHapus3D World Expo: Cost titanium wood stoves of Titanium titanium undertaker Art & Concepts is titanium rimless glasses your go-to titanium hip source for high-quality virtual art and concepts from the creative trex titanium headphones industry.