Rabu, 21 Oktober 2015

Perencanaan Pembelajaran Matematika



Tugas Kelompok 3
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Dosen Pembimbing
ROBERT EDY SUDARWAN M.Pd
DISUSUN
O
L
E
H
 Susiana 11311050164
Nurkhasanah Ekayuni 1311050189
Eka Syifa Cahyati 1211050191
Kelas / Semester : D / V
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN LAMPUNG
1437 H/ 2015 M



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan kami nikmat jasmani maupun rohani sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika ini yang berjudul “Perencanaan Pembelajaran ” selesai seperti waktu yang telah direncanakan.
Adapun makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Perencanaan Pembelajaran Matematika pada semester V ini. Makalah ini berisi tentang materi Perencanaan Pembelajaran yang akan dibahas pada setiap subbab.
Tersusunnya makalah ini tentu tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara materil dan spiritual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Robert Edy Sudarwan M.pd dan Ibu Isna Maulina selaku dosen pembimbing mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika dan teman-teman yang telah membantu dan memberikan dorongan semangat agar makalah ini dapat diselesaikan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kelemahan serta kekurangan-kekurangan baik dari segi teknis maupun non-teknis. Untuk itu kami memberikan kesempatan kepada semua pihak agar dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan penulisan-penulisan mendatang. Dan apabila di dalam makalah ini terdapat hal-hal yang dianggap tidak berkenan dihati pembaca mohon dimaafkan.

Bandar Lampung, 20 Oktober 2015

Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan dalam sistem lembaga pendidikan,memiliki peranan yang sangat penting guna kemajuan ilmu pendidikan. Pembelajaran erat kaitannya dengan para pendidik, anak didik, dan lembaga tempat mendidik, yakni sekolah, institut, bahkan universitas.
            Pembelajaran dalam dunia pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat diapresiasi guna kemajuan dunia pendidikan di Indonesia, meskipun saat ini dunia pendidikan indonesia masih butuh banyak perhatian di berbagai aspek, pemerataan pendidikan di berbagai daerah yang tentunya merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua , baik itu pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua dan lingkungan sekitar.
            Terlepas dari berbagai persoalan yang membelit dunia pendidikan di Indonesia, berbagai usaha telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, yakni dengan penerapan kurikulum, dan berbagai perencanaan pembelajaran yang akan mengacu pada kurikulum yang digunakan di Indonesia.
            Dalam hal ini kita akan membahas apakah yang dimaksud dengan perencanaan pembelajaran, pentingnya perencanaan tersebut dan apa manfaat yang dapat ita peroleh serta apakah perencanaan pembelajaran ini dapat sedikit menjadi obat dan solusi dalam pendidikan di Indonesia, kita akan membahasnya dalam makalah ini.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah Pengertrian Perencanaan Pembelajaran?
2.      Manfaat dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran?
3.      Apasajakah kriteria penyusunan Perncanaan Pembelajaran ?
C.     Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui  Pengertrian Perencanaan Pembelajaran
2.      Mengetahui Manfaat dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran
3.      Mengetahui Apasajakah kriteria penyusunan Perncanaan Pembelajaran


4.       

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Perencanan Pembelajaran
1.    Pengertian Perencanaan
Perencanaan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah proses, cara,  perbuatan,sesuatu yang akan dikerjakan, secara menyeluruh meliputi kegiatan usaha yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.[1] 
Rencana adalah suatu arah tindakan yang sudah ditentukan terlebih dahulu. Dari perencanaan ini akan mengungkapkan tujuan-tujuan  dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan guna mencapai tujuan.
Allah SWT Menciptakan alam semesta dengan hal dan perencanaan yang matang disertai dengan tujuan yang jelas yakni terdapat dalam QS Sad:27[2]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-D8WFxzBcRZ0_hwVSiUnulP2-2OPg6VWVra2GG3yMSfJhlHEtLa33ji7u960tQOpPipX02XIlf1LvclF_E8nuaaraktGLVVbSAXWSH2sz8vTlNmEOGhE9-HmGmQ4YDkWlysUIq3ssY_ii/s320/Ayat+1.png
Artinya : “Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduannya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.”
Perencanaan (takhthith) merupakan starting point dari aktivitas manajerial. Karena bagaimana sempurnanya suatu aktivitas tetap membutuhkan sebuah perencanaan. Karena perencanaan merupakan langkah awal bagi sebuah kegiatan dalam bentuk memikirkan hal-hal yang terkait agar memperoleh hasil yang optimal. Alasannya, bahwa tanpa adanya rencana, maka tidak ada dasar untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka usaha mencapai tujuan. Jadi, perencanaan memiliki peran yang sangat signifikan, karena ia merupakan dasar titik tolak dari kegiatan pelaksanaan selanjutnya.
Segala sesuatu itu membutuhkan rencana, sebagaimana dalam hadis Nabi Muhammad SAW:
“Jika Engkau ingin mengerjakan suatu pekerjaan, maka pikirkanlah akibatnya, maka jika perbuatan tersebut baik, ambillah dan jika perbuatan itu jelek, maka tinggalkanlah.” (HR. Ibnu Mubarak)
Dalam hal ini merencanakan merupakan hal yang wajib dilakukan, apalagi dalam proses pembelajaran yang secara langsung dapat dilakukan dan berpusat kepada anak didik, program perencanaan pembelajaran sangat penting dilakukan guna memperoleh tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan perencanaan pembelajaran matematika, matematika bukan merupakan pelajaran yang banyak disenangi oleh para peserta didik, sangat sedikit yang menggemari pelajaran matematika, inilah arti penting sebuah perencanaan pmbelajaran yang memuat seluruh aspek kognitif, afektif, psikomotor yang dapat mengembangkan pembelajaran matematika secara keseluruhan.
Perencanaan juga merupakan sebuah proses untuk mengkaji apa yang hendak dikerjakan dimasa yang akan datang. Komponen perencanaan adalah: ide, penentuan aksi, dan waktu. Waktu di sini, bisa dalam jangka pendek (short planning) dan jangka panjang (long planning). Perlu ditegaskan, bahwa perencanaan berbeda dengan perkiraan (forecasting/predistion/projection). Karena sebuah prediksi itu hanya merupakan sebuah ramalan di masa yang akan datang yang sifatnya tidak proaktif.
Secara general tugas dari perencanaan yang paling utama dalah menentukan sasaran. Pengelompokan sasaran dan penentuan skala prioritas dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai secara sistematis,  yaitu dengan memerhatikan atau memprioritaskan schedule program yang sudah tetap, sehingga apa yang dinamakan sebuah efisiensi dapat terlaksanakan.[3]
Konsep tentang perencanaan hendaknya memerhatikan apa yang telah dikerjakan pada masa lalu untuk merencanakan sesuatu pada masa yang akan datang. Sebagaimana tersirat dalam Al-Qur’an surat al-Hasyr: 18[4]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5DHFQOaQgCdXQeYUU-9socaRp7mTXB4JSLh7q3qlz1k9pTaEdx-S2YRhH8XMwuJNG6I1RZWTmncD2QTmuQK0tKrlDMzgfWt58EmHvZxwmvQiAYi7bfGG0Eiwo8zP_0IEaBbcD-rmcdSwC/s320/Ayat+2.png
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Konsep ini menjelaskan, bahwa perencanaan yang akan dilakukan harus disesuiakan dengan keadaan situasi dan kondisi pada masa lampau, saat ini, serta prediksi masa depan. Oleh karena itu, untuk melakukan segala prediksi masa depan diperlukan kajian-kajian masa kini.
Dalam hal ini dalam proses pendidikan hal ini sangat penting dilakukan karena apa yang kita rencanakan matang untuk saat ini akan mempengaruhi hasil yang ada di masa yang akan datang, jika proses perencanaan matang maka insyaalah hasil yang akan didapatkan akan lebih memuaskan.
2.      Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Setelah memahami makna dari perencanaan, dalam ruang lingkup kajian pendidikan saat ini, perencanaan ini erat dikaitkan dengan sebuah sistem pembelajaran yang telah diatur untuk dapat di praktikkan dan di laksanakan sesuai dengan peraturan yang telah dibuat.

Pembelajaran atau pengajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa.      Dalam pengertian ini secara implisit dalam pengajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode  untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pengajaran yang ada. Kegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran.[5]
Sebagaimana yang tertuang dalam surat ar-Ra’d : 11[6]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXJsOc7XH4bg7uzh1S9Lba1XplMvGv41UCJzyUh7KBVOmVAf-JyNCS_dEt9-eBXS0ga2PEbeJOKx3rzO-PQoeDSitoffjHhIler6SxhC2qn0wTuNvQ9wCBqFjj6Oru1WIDH4CH3xXwRD5M/s320/ayat+3.png
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah (keadaan) satu kaum sehingga mereka mengubah (keadaan) diri mereka sendiri.”
Tanpa rencana yang matang tentu sesuatu tidak akan mudah tercapai, pembelajaran merupakan sesuatu yang yang sangat berpengaruh besar terhadap proses pendidikan yang dilakukan.
Perencanaan pembelajaran  adalah suatu proyeksi  mengenai  kegiatan atau proses yang akan dilakukan selama pembelajaran  berlangsung.  Dalam Peraturan Peraturan PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan , bahwa perencanaan  pembelajaran tersebut meliputi dua jenis yaitu : pertama Silabus Pembelajaran dan kedua Rencana Pelaksaaan Pembelajaran” (BAB IV Pasal 20).[7]
Pembuatan silabus pembelajaran dan Rencana Pelaksana Pembelajaran adalah sarana yang digunakan sebagai patokan penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik. Perencanaan pembelajaran adalah pedoman operasional pelaksanaan pembelajaran, yang secara teknis dalam proses pembuatannya selalu merujuk pada kurikulum yang berlaku. Oleh karena itu perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah merupakan penjabaran lebih lanjut dari kurikulum. Perencanaan pembelajaran yang telah dibuat kemudian diimplentasikan dalam kegiatan belajar mengajar, dan hasil dari pembelajaran tersebut adalah dalam bentuk perubahan perilaku pada siswa (out-put). 
Dalam pengertian tertentu kurikulum juga diartikan suatu program atau perencanaan pembelajaran. jawabannya tentu saja berbeda, kalau kurikulum merupakan program yang bersifat lebih umum dan luas menyangkut dengan seluruh aktivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, adapun perencanaan pembelajaran adalah program kegiatan yang lebih khusus menyangkut dengan kegiatan belajar.
Agar program yang dilakukan lebih terarah, kita sebagai calon  guru harus mengetahui kurikulum yang dirilis pemerintah. Informasi dari kurikulum itulah sebagai bahan bagi kita untuk mulai belajar menyusun silabus dan rencana pembelajaran.kita sebagai calon guru selayaknya dapat memahami tentang semua aktivitas teknik menyangkut pembelajaran secara baik. Tidak hanya itu, penting juga informasi tentang standar kompetensi yang seharusnya dimiliki guru sendiri.
Dengan perencanaan yang matang, maka dapat memantapkan aktivitas belajar mengajar. Perencanaan akan mengurangi ketidakpastian dengan mendorong pada calon guru untuk melihat ke depan, mengatisipasi perubahan kondisi peserta didik dan tuntutan modernisasi sistem pendidikan.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka sudah pasti dibutuhkan perencanaan pembelajaran yang baik. M. Sobry Sutikno dalam bukunya Pengelolaan Pendidikan Tinjauan Umum dan Konsep Islami menegaskan bahwa perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan pengelolaan. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.[8]

Dengan adanya perencanaan diharapkan dapat mengurangi kegiatan-kegiatan pembelajaran yang tumpang tindih da sia sia. Akhirnya, perencanaan itu menentukan sasaran-sasaran yang digunakan untuk mengendalikan. Dalam perencanaan pembelajaran , seorang pendidik  harus menyusun sasaran-sasaran pembelajaran yang akan disampaikan.
Pembelajaran matematika yang memuat berbagai materi yang telah diatur dalam kurikulum, kita buat silabus dan rencana pelaksanan pembelajaran, agar dapat memudahkan kita dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Menunjukkan arah dan sasaran yang jelas mengenai proses yang telah dilaksanakan dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat memberikan materi yang mampu dikuasai oleh peserta didik.
B.     Manfaat dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran
1.       Manfaat perencanaan pembelajaran
Manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu:
a)      Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b)      Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
c)       Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d)     Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
e)       Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
f)       Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.

2.      Fungsi Perencanaan
 Terdapat juga beberapa fungsi perencanaan, yaitu :
a)      Fungsi Kreatif
Pembelajaran dengan menggunakan perencanaan yang matang akan dapat memberikan umpan balik yang dapat menggambarkan berbagai kelemahan yang ada sehingga akan dapat  meningkatkan dan memperbaiki program.
b)      Fungsi Inovatif
     Suatu inovasi pasti akan muncul jika direncanakan karena adanya kelemahan dan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kesenjangan tersebut akan dapat dipahami jika kita memahami proses yang dilaksanakan secara sistematis dan direncanakan dan diprogram secara utuh.
c)         Fungsi Selektif
          Melalui proses perencanaan akan dapat diseleksi strategi mana yang dianggap lebih efektif dan efisien untuk dikembangkan. Fungsi selektif ini juga berkaitan dengan pemilihan materi pelajaran yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.  
d)     Fungsi Komunikatif
          Suatu perencanaan yang memadai harus dapat menjelaskan kepada setiap orang yang terlibat, baik guru, siswa, kepala sekolah, bahkan pihak eksternal  seperti orang tua dan masyarakat. Dokumen perencanaan harus dapat mengkomunikasikan kepada setiap orang baik mengenai tujuan dan hasil yang hendak dicapai dan strategi yang dilakukan.
e)      Fungsi Prediktif
          Perencanaan yang disusun secara benar dan akurat, dapat menggambarkan apa yang akan terjadi setelah dilakukan suatu tindakan sesuai dengan program yang telah disusun. Melalui fungsi prediktifnya, perencanaan dapat menggambarkan berbagai kesulitan yang akan terjadi, dan menggambarkan hasil yang akan diperoleh.
f)       Fungsi Akurasi
          Melalui proses perencanaan yang matang, guru dapat mengukur setiap waktu yang diperlukan untuk menyampaikan bahan pelajaran tertentu, dapat menghitung jam pelajaran efektif.
g)   Fungsi Pencapaian Tujuan
          Mengajar bukanlah sekedar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk manusia yang utuh yang tidak hanya berkembang dalam aspek intelektualnya saja, tetapi juga dalam sikap dan ketrampilan. melalui perencanaan yang baik, maka proses dan hasil belajar dapat dilakukan secara seimbang.
h)      Fungsi Control
          Mengontrol keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu proses pembelajaran. Melalui perencanaan akan dapat ditentukan sejauh mana materi pelajaran telah dapat diserap oleh siswa dan dipahami, sehingga akan dapat memberikan balikan kepada guru dalam mengembangkan program pembelajaran selanjutnya.
Selain yang di jabarkan di  atas, Oemar Hamalik (2001) mengemukakan bahwa pada garis besarnya perencanaan pembelajaran berfungsi sebagai berikut[9]:
1)      Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran yang dilakssiswaan untuk mencapai tujuan itu.
2)      Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
3)      Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan.
4)      Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-- minat siswa, dan mendorong motivasi belajar.
5)      Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi yang baik dan metoda yang tepat.
6)      Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada siswa.
Berdasarkan seluruh uraian di atas, maka secara hakiki tujuan yang paling mendasar dari sebuah perencanaan pembelajaran adalah sebagai pedoman atau petunjuk bagi guru, serta mengarahkan dan membimbing kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
C.    Kriteria Penyusunan Perencanaan Pembelajaran
 Untuk menghasilakan perencanaan pembelajaran yang baik, tentunya harus memenuhi kreteria tertentu, dan beberapa nilai yang dapat dijadikan sebagai kriteria penyusunan perencanaan, diantaranya[10]:
1.      Signifikansi
Signifikansi artinya kebermaknaan, ini berarti bahwa perencanaan pembelajaran hendaknya bermakna agar proses pembelajaran berjalan secara eektif san efesien.
2.      Relevan
Relevan artinya kesesuaian . ini berarti bahwa perencanaan yang dibuat mempunyai kesesuaian baik internal maupun eksternal.
3.      Kepastian
Nilai kepastian ini bermakna bahwa perencanaan pembelajaran yang dibuat hendaknya tidak lagi mengundang sekian banyak alternatif yang dapat dipilih, akan tetapi sudah selesai dan mengandung langkah-langkah pasti secara sistematis.
4.       Adaptabilitas
Maksudnya bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun harus adaptif artinya dapat diimplementasikan dalam berbagai keadaan dan berbagai kondisi.
5.       Kesederhanaan
Bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun mudah dipahami dan mudah diimplementasi, sehingga berfungsi dengan baik sebagai pedoman untuk guru dalam perencanaan pembelajara di kelas
6.        Prediktif
Bahwa perencanaan yang baik harus memiliki kemampuan prediksi yang kuat, sehingga dapatmengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi sehinggga memudahkan guru untuk mengantisipasinya.
Sedangkan dalam penyusunan perencanaan pembelajaran terdapat  konsep-konsep yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Konsep perencanaan pembelajaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu[11]:  
1.      Perencanaan pembelajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong penggunaan teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem pengajaran. Misalkan dalam pembelajaran matematika, seorang guru dapat menggunakan atau menyelipkan mengenai teknologi dalam pengembangan materi matematika kepada anak didiknya

2.      Perencanaan pembelajaran sebagai suatu sistem adalah sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran. Pengembangan sistem pengajaran melalui proses yang sistematik selanjutnya diimplementasikan dengan mengacu pada sistem perencanaan itu.


3.       Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah disiplin adalah cabang dari pengetahuan yang senantiasa memperhentikan hasil-hasil penelitian dan teori tentang strategi pengajaran dan implementasinya terhadap strategi tersebut.
4.      Perencanaan pembelajaran sebagai sains (science) adalah mengkreasi secara detail spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan akan situasi maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit-unit yang luas maupun yang lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan kompleksitasnya.
5.      Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah proses adalah mengembangkan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan pengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini dilakukan analisis kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Termasuk di dalamnya melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran dan aktifitas-aktifitas sistematik.
6.      Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah realitas adalah ide pengajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan pengajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang dikerjakan perencana dengan mengecek secara cermat bahwa semua kegiatan telah sesuai dengan tuntutan sains dan dilaksanakan secara sistematik.



BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Dalam hal ini merencanakan merupakan hal yang wajib dilakukan, apalagi dalam proses pembelajaran yang secara langsung dapat dilakukan dan berpusat kepada anak didik, program perencanaan pembelajaran sangat penting dilakukan guna memperoleh tujuan yang diinginkan.
Dalam hal ini erat kaitannya dengan perencanaan pembelajaran matematika, matematika bukan merupakan pelajaran yang banyak disenangi oleh para peserta didik, sangat sedikit yang menggemari pelajaran matematika, inilah arti penting sebuah perencanaan pmbelajaran yang memuat seluruh aspek kognitif, afektif, psikomotor yang dapat mengembangkan pembelajaran matematika secara keseluruhan.
Pembuatan silabus pembelajaran dan Rencana Pelaksana Pembelajaran adalah sarana yang digunakan sebagai patokan penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik. Perencanaan pembelajaran adalah pedoman operasional pelaksanaan pembelajaran, yang secara teknis dalam proses pembuatannya selalu merujuk pada kurikulum yang berlaku. Oleh karena itu perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah merupakan penjabaran lebih lanjut dari kurikulum.



DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an       
Hamalik, Oemar. 2011. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta:Bumi Aksara
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Uno, Hamzah.2011. Perencanaan Pembelajaran, Jakarta:Bumi Aksara

Sumber Internet







[1]           Kamus Besar Bahasa Indonesia
[2]               Al-Qur’an Surat Sad Ayat 27
[3]               http://www.google.com/konsep-perencanaan-dakwah/ diakses senin 20 oktober 2015, pukul 13.00
[4]               Al-Qur’an Surat AL Hasyr Ayat 18
[5]               Uno, Hamzah. Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta:Bumi Aksara,2011)
[6]               Al-Qur’an Surat Ar-Rad Ayat 11
[7]               http://www.google.com/perencanaan-pembelajaran dalam uu 1945/ diakses senin 20 oktober 2015, pukul 13.00

[8]               Oemar hamalik. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem(Jakarta:Bumi Aksara,2011)cet ke-11 hlm.26


[9]               http://www.google.com/manfaat-perencanaan pembelajaran/ diakses senin 20 oktober 2015, pukul 13.00